Ngobrol bareng....

Berasal

Sabtu, 31 Oktober 2009

Kim Xio Bum, Amnesia???

Okey guys, aku akui sebelumnya sekarang aku benar-benar lagi error. Jadi, cerita di bawah ini datang dari alam antah berantah kira-kira 40 km di bawah alam sadarku.
Kim Xio Bum lahir dengan bahagia di dalam keluarga kami, dia hasil peranakan tukang penjaga elektronik, lalu Xio (Panggilan kesangan kami) diadopsi oleh ayahku dengan harga yang saat itu lumayan bikin nyengir alias di bawah standar rata-rata. Xio menjadi kado teristimewa saat aku masuk universitas.

Singkat cerita dia menjadi teman suka dan dukaku, dingin ataupun panas menyengat aku rela menggendongnya kemana-mana. Meski kadang kata teman-temanku ukurannya kegemukan aku tak pernah merasa berat untuk menentengnya ataupun malu dibuatnya. Dia bahkan sempat tersesat
di Bus kota jurusan Malioboro tapi Alhamdullilah dia berhasil pulang dengan selamat padahal saat itu usianya masih sangat belia. Aku tak punya banyak pengalaman mengurusi Xio jadi waktu dia terserang virus karena makanan yang diterimanya kurang bersih dari asupan Flashdisk dan Dvd dan hasil downloadan yang nggak jelas aku hanya mampu menyembuhkannya dengan anvir yang bergambar payung.

Xio anak yang baik meski tubuhnya sedang tak sehat dia tetap mau bekerja untukku. Dari
Tugas-tugas yang ringan sampai yang berat. Kalau lagi keselpun dia tak pernah beranjak dari sampingku dia menawarkan beragam game yang menarik. Dia penuh inspirasi. Meski kadang aku jahat dan punya niat untuk menjualnya dengan yang baru, bahkan kadang aku pukul dia karena begitu lama akses internet. Tak sedikit pun sumpah tak sedikitpun dia manyun. Andai dia bias manyun aku pasti ngibrit ketakutan kali yah. lol.

Dan kini ketika berada jauh darinya hampa rasanya. Dia aku pinjamkan ke saudaraku untuk KKN dan kembali dengan keadaan hiks hiks aku tak sanggup untuk meneruskan ceritanya. Dia dia dia (sinetron mode on) DIA AMNESIA. Okey, bagiku hanya aku yang bisa mengerti dia, jadi plissssssssss *lebay* jangan hilangkan segala memorinya. Meski hidup kita pahit sebisa mungkin aku tak pernah menginstal ulang, karena meski ada catatan jelek biarlah dia jadi cermin perjalan kita berdua. Dan sekarang kebersamaan selama tiga tahun lebih serasa baru kenal satu jam yang lalu. Dia seperti menjauhiku dia lebih suka bergaul dengan saudaraku. Aku merana tauk!! Kesepian disini. Kau tau Xio banyak memori terutama data-data pentingku ada memorimu. Inikah manusia 2.0?.

Tapi sayang kau hanya mesin, aku menangis meraung-raungpun memori itu tak kembali.
Bila kau, Kim Xio Bum membacanya tolong ingatlah kebersamaan kita.
Dan sekarang aku hanya bisa berdo’a semoga kau bahagia dengan keadaan seperti ini.

In memorian Axioo nve series.

0 komentar:

Poskan Komentar