Ngobrol bareng....

Berasal

Kamis, 08 April 2010




Bagi ninja di Konohagagure menjalankan misi hukumnya fardhu ain. Membantu warga itulah tugasnya. Kali ini Naruto dapat misi bareng Shino untuk membantu keluarga kaya raya di negara rumput (atau apalah gitu aku lupa) untuk membantu pemakaman ayahnya yang meninggal. Tsunade sebenarnya nggak yakin tugas ini diberikan kepada Naruto katanya wajah Naruto sangat konyol kalau harus ditempatkan di acara pemakaman. Tapi bagaimana lagi shinobi yang tersisa cuma mereka.

Tugasnya sebenernya gampang menggantikan tuan Fu anak sulung dari pengusaha itu saat upacara pemakaman berlangsung. Karena tuan Fu takut dia tertawa saat upacara karena wasiat dari ayahnya kalau tertawa warisan yang diberikan untuknya dibatalkan dan diserahkan kepada angggota keluarga yang tidak tertawa (wasiat konyol). Beruntunglah tugas ini diketuai oleh Shino, tahu sendiri kan Shino tak pernah tertawa bahkan mulutnya tertutup kerah bajunya yang berdiri, jarang bicara dan terlalu pendiam makanya tugas ini sangat cocok untuknya. Dia keturunan dari Klan aburame yang punya kekuatan bisa mengendalikan serangga. Musibah terjadi Shino meminum ramuan yang bisa membuat tertawa, entah kenapa untuk hal ini serangga dalam tubuhnya tak bisa menyaring racun. Alhasil tugas itu dipindah tangankan ke Naruto yang hobi banget cengengesan, liat sesuatu yang aneh sedikit aja dia bisa ngakak.

Saat upaca berlangsung saudara kandung Tuan Fu lainnya yang tak dapat warisan berusaha menggoda Naruto untuk tertawa dengan segala hal, bahkan biksu yang memimpin upacara berusaha menggoda Naruto. Tuan Fu sangat tegang kalau-kalau Naruto tertawa dan jatuh kepada yang lain tapi Naruto sangat berusaha dengan keras menahan rasa gelinya, mukanya sampai merah sampai ingusnya pun keluar, dia terus-terusan mencubit tubuhnya agar terasa sakit dan melupakan adegan yang lucu terjadi.


Di lain sisi Shino sudah mengetahui rahasia huru-hara di balik wasiat yang konyol. Shino berubah menjadi anak-anak yang sedang bertengkar merebutkan mainan lalu datanglah seorang bapak yang memisahkan dan menghibur anak-anak tersebut dengan banyolan konyol dan membuat anak-anak tersebut tertawa kembali dan melupakan masalah mereka. Seisi ruangan pun ikut tertawa tanpa terkecuali keluarga yang sedang berduka dan Naruto yang terpingkal-pingkal. Tuan Fu dan adik-adiknya teringat kalau guyonan tersebut pernah terjadi kepada mereka.

Lalu tiba-tiba orang yang disangka meninggal muncul dengan dandanan yang berbeda, dia menyamar menjadi nenek-nenek. Dia mengarang kalau dia sudah meninggal dan menulis warisan konyol. Baginya kalau dia tak terpaksa mengarang cerita seperti ini anak-anaknya tak akan pernah mau berkumpul. Dia jengah melihat tingkah anaknya yang sekarang. Dulu sebelum dia menemukan menemukan rumput yang ternyata obat tradisional yang dia olah menjadi jamu yang sangat berkhasiat kelurganya selalu di penuhi canda tawa, saat makan bersama atau pun saat menahan lapar. Tapi setelah mereka kaya yang menjadi obrolan hanyalah uang uang dan uang. Yang ada hanyalah persaingan siapa yang paling sukses dan melupakan canda tawa yang dulu menjadi bagian untuk saling menghibur antar sesama. Makanya ayah mereka menulis wasiat seperti ini supaya mereka saling melakukan adegan konyol agar bisa tertawa.

Shino yang tak pernah tertawa juga ahirnya bisa tertawa karena jamu bikinan ayah yang kaya raya itu. Tapi ayahnya tak akan melanjutkan membuat jamu tertawa, karena baginya tertawa juga perlu keikhlasan dari masing pribadi. karena bisa jadi mulutnya tertawa hatinya sedang bersedih.

So, bahagialah kalian yang masih bisa tertawa. Tak perlu Jamu bro.....

0 komentar:

Poskan Komentar